Pameran Fotografi karya Mendur Bersaudara & INDONESIAN PRESS PHOTO SERVICE (IPPHOS)

Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Divisi Pemberitaan Foto Antara mempersembahkan

Pameran Fotografi karya Mendur Bersaudara & INDONESIAN PRESS PHOTO SERVICE (IPPHOS)

66tahun Republik Indonesia:

DARI PEGANGSAAN SAMPAI RIJSWIJK

 


Petikan kuratorial:

Menyambut 66th proklamasi kemerdekaan Indonesia,Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Divisi pemberitaan foto Antara menampilkan goresan visual Mendur Bersaudaran dan rekan sejawat mereka yang tergabung dalam Indonesian Press Photo Service alias IPPHOS Coy Ltd. Berbeda dengan foto-foto IPPHOS yang ditampilkan GFJA pada 2 tahun yang lalu, kali ini sebagian besar dari koleksi yang ditampilkan adalah karya yang jarang atau bahkan lolos dari publikasi baik dalam siaran media dan juga dalam buku pendidikan sejarah kita khususnya bagi generasi baru Indonesia. Rangkaian coretan visual semenjak proklamasi kemerdekaan di Pegangsaan Timur (17 Agustus 1945) sampai pertama kali perayaan kemerdekaan di Istana Merdeka/Rijswijk (17 Agustus 1950). Peringatan kemerdekaan kita yang pertama setelah 5 tahun tersingkir dalam pemerintahan di pengasingan, di Yogayakarta yang penuh dengan pergolakan. Pergulatan menuju ke penyerahan kedaulatan RI.

 

66 tahun Republik Indonesia, 66 kartupos peristiwa bersejarah, 66 karya yang di pamerkan di gedung bersejarah Antara Pasar Baru. Tempat kabar proklamasi Kemerdekaan negeri kita di siarkan untuk pertama kalinya ke seluruh penjuru dunia pada 17 Agustus 1945, menjadi semacam muara pertemuan fotografi jurnalistik dan penyiaran kabar gembira lahirnya suatu janin bernama Indonesia,di persimpangan sejarah yang nilainya semakin dilupakan masyarakatnya.

 

66 karya foto Mendur Bersaudara dan IPPHOS mengantar kita mengarungi samudra sejarah besar bangsa ini untuk disaksamai dan menjadi inspirasi sekarang agar garuda tak perlu lagi terpekur menatap rantai-rantai putus yang tadinya kokoh menggantung lempeng besi butir2 visual pancasila. Dari Rijswijk alias Istana Merdeka sekarang semua beban itu harus dipertanggung jawabkan dalam bentuk penegakan hukum yang absolut. Kebijakan yang memihak publik dalam arti seluasnya, untuk semua golongan. Supaya hak kemajemukan kita berbangsa terlindungi sepenuhnya. Sama persis ketika Republik ini disepakati dibentuk dari beragam berbedaan, pada suatu Jumat pagi tanggal 17 bulan delapan tahun empatlima.

Bersatu kita teguh, bercerai Emang Gue Pikirin?

 

oscar motuloh

kurator

 

Rangkaian Acara:

Pembukaan: 19 Agustus 2011 pk 20:00

dibuka oleh: Setiawan Soemanang, Bambang Sulistomo, Soedarmadji Damais dan Ahmad Mukhlis Yusuf

LIVE: BLUES UNTUK KEMERDEKAAN
menampilkan compromised EGO

 

Pameran Foto:

20 Agustus -19 September 2011

Jam buka pk.10:00 – 19:30

(kecuali hari Senin & hari libur)

 

GALERI FOTO JURNALISTIK ANTARA

Jl. Antara No. 59, Pasar Baru

Jakarta 10710

http://www.gfja.org

@galeriantara

Peta: http://bit.ly/cJPqm8

 

Temu Wicara: Sabtu, 10 September 2011 Pk. 16:00

Fotografi Sejarah & Refleksinya atas Kreativitas

Oleh: Yudhi Soerjoatmodjo

NEO JOURNALISM CLUB

Jl. Antara No. 61, Pasar Baru

 

GRATIS / Tidak dipungut Biaya

 

Acara ini didukung oleh:

GALERI FOTO JURNALISTIK ANTARA

DIVIS PEMBERITAAN FOTO ANTARA

PAPERINA DWIJAYA

GLOBE DIGITAL IMAGING

PRIMA GRAPHIA

YAYASAN DELASIGA

GAMBARA

VSEE

NEO JOURNALISM CLUB

BLUES 4 FREEDOM

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *