Tentang Konsep Geowisata

National Geographic Traveler Indonesia

Dalam setahun kedepan, Anda pembaca setia majalah National Geographic Traveler Indonesia akan disajikan beragam artikel edukatif dengan tema yang fokus, Geo Wisata. Apa sih Geo Wisata tersebut? secara sederhana bisa didefinisikan sebagai kegiatan wisata yang bisa memperkaya karakter geografi suatu tempat – lingkungannya, peninggalannya, estetika, budaya dan mensejahterakan penduduknya.

Dalam lingkup praktisnya, kita sebagai pejalan bisa melakukan serangkaian kegiatan yang bisa memberikan nilai lebih bagi masyarakat setempat maupun kondisi geografis lingkungan obyek wisata itu sendiri. Bagaimana ketika kita tidak merusak obyek wisata yang kita kunjungi, menghormati budaya dan tradisi lokal, hingga melestarikan sumber daya alam yang ada termasuk dengan cara mengurangi polutan dan menghemat sumber daya listrik dan air di obyek wisata.

Untuk melengkapi gambaran konsep ini, managing editor National Geographic Indonesia memberikan konsep penjelasan tentang Geo Wisata. Harapannya dengan kampanye ini bisa membuat kita semua sadar dan beralih ke wisata berkelanjutan ala Geo Wisata. Sehingga nantinya diharapkan apabila wisatawan sudah bisa menerapkan konsep ini dengan baik akan tercipta kondisi yang sinergis antara pejalan dengan masyarakat yang berada di obyek wisata tersebut dan tentunya kelestarian alampun tetap terjaga. Untuk mengikuti kampanye ini teman2 bisa berdiskusi di:

http://forum.nationalgeographic.co.id/topic-1731.html

Salam
Purwo Subagiyo (@purwoshop)
Digital Strategist
National Geographic Indonesia

User posted image

Gasing berpusing pada pasaknya. Permainan tradisional ini bertambah
mengasyikkan ketika dimainkan secara bersama-sama. Peserta dan
pemirsa bertukar kegembiraan. Mereka saling memberi semangat. Lilitan
tali pemusing dan tenaga yang menariknya akan menentukan lama
putaran—mungkin pemenang. Alih-alih berkompetisi, gasing justru
mengajarkan kita tentang semangat berkelanjutan.

Saya menjumpai permainan gasing di sudut wilayah Borobudur, Jawa
Tengah, tempat yang terkenal dengan situs warisan dunia. Komunitas
setempat melestarikan mainan ini dengan menjualnya kepada wisatawan
sebagai tanda mata. Bahan dasarnya ramah lingkungan: bambu. Tumbuhan
ini mudah dijumpai di penjuru wilayah, mulai dari lereng bukit, lembah
hingga tepian sungai.

Yayasan Kehati yang mendorong pelestarian bambu telah mengumpulkan
informasi kekayaan jenis tanaman ini di Nusantara. Ilmuwan, arsitek
hingga pencinta bersepakat bahwa negeri ini memiliki kearifan
tradisional dalam hal pengawetan dan proses panen tanaman yang dikenal
sejak abad ke-7 ini. Apabila ditangani dengan tepat, bambu akan
memberikan kekuatan yang sama seperti kayu.

Bambu tak hanya menjadi gasing. Di kawasan pedesaan Borobudur, tanaman
yang mampu menyerap karbon ini juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar
kerajinan tangan lainnya, seperti gelang, miniatur kapal laut, dan
pena hias. Selain itu, masyarakat membuat perabotan rumah tangga dari
bambu, misalnya tampah. Pada akhirnya, bambu menggerakkan ekonomi
setempat.

Pengetahuan tentang bambu berhasil menarik minat saya yang datang
sejauh ratusan kilometer. Saya mengamati bentuk fisik tanaman, cara
panen hingga proses produksi demi keinginan mendapatkan pengalaman
baru. Imbal baliknya, saya akan memberikankan uang yang saya miliki
secara langsung kepada warga yang menjadi tuan rumah. Caranya beragam.
Kami yang bertukar kebahagiaan akhirnya bersepakat melestarikan apa
yang telah didapatkan.

Di dalam kegiatan pesiar yang berbingkai geowisata aturan dasar yang
dipakai adalah wisata tidak akan membahayakan. Artinya, ketika kita
mengunjungi suatu tempat, kita justru mengedepankan keberlanjutan dari
karakter geografinya: lingkungan, budaya, estetika, warisan, dan
kesejahteraan penduduknya.

Geowisata yang menekankan unsur geografi di
dalam definisinya merupakan konsep yang memayungi seluruh pariwisata
yang bergantung pada tempat, entah itu ekoturisme, heritage tourism
maupun tamasya sederhana. Geowisata tentu harus menyejahterakan
masyarakat setempat. Dengan demikian, warga akan melihat keuntungan
melestarikan segala sesuatu yang mengundang minat dan hasrat kunjungan
turis. Entah itu, vista indah, tempat bersejarah, hutan, sajian lokal
yang istimewa hingga kearifan tradisional.

Berbekal konsep itu, kami menyajikan kepada Anda edisi koleksi dengan
tempat-tempat istimewa terpilih yang dikelola dengan mengedepankan
semangat berkelanjutan. Penentuan tempat tersebut bersifat acak dengan
menggunakan panduan dan indikator geowisata milik National Geographic
Society.

Dengan perkembangan teknologi yang membalut kegiatan pesiar, kami
harus melepaskan sekat-sekat administrasi suatu wilayah. Turis dapat
dengan mudah berpindah tempat dalam waktu yang relatif singkat. Itu
sebabnya, pilihan yang kami ajukan kali ini adalah kawasan istimewa
yang bersifat regional.

Daratan yang subur dan perairan yang kaya nutrisi telah membuat Asia
Tenggara menarik perhatian para pelancong sejak masa silam. Mereka
begitu bergairah untuk menjelajahi wilayah yang terbentuk pada jutaan
tahun silam. Akibatnya, tempat ini menjadi ajang pertukaran budaya
dari setiap peradaban yang melintasi zaman.

Kami telah menugaskan penulis perjalanan Teguh Wicaksono mengikuti
perjalanan darat yang menyisir jaringan jalan Semanjung Malaya dan
Indochina yang mem¬bentuk rupa daratan Asia Tenggara pada masa kini.
Teguh mencoba menangkap semangat dan jiwa sebuah destinasi yang
melintasi batas administrasi sejumlah negara anggota Perhimpunan
Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Rute perjalanannya tersaji pada
bagian daftar isi edisi ini.

Tinggalkan pariwisata massal yang mengedepankan kuantitas peserta
kunjungan. Kami ingin Anda dapat menikmati tempat-tempat istimewa yang
dikelola dengan semangat berkelanjutan. Layaknya permainan tradisional
gasing yang berpusing, kami tak akan jemu menggulirkan konsep
geowisata selama 2012.

Karena kami menyakini geowisata dapat
menyebarkan kisah positif yang akan menjaga keseimbangan. Tempat
istimewa kali ini boleh jadi belum berhasil memotret wajah Asia
Tenggara secara utuh. Sudah menjadi tugas Anda untuk turut
melengkapinya. Tertarik bergabung?—DIDI KASPI KASIM

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *