Cerita sukses sosial media NGI di Washington

Saya masih ingat ketika itu saya ditelpon oleh mas didi untuk segera naik ke atas ruangan redaksi. Dalam hati saya, tumben banget nih mas didi manggil saya ke atas di siang yang belum beranjak itu. Setibanya di atas, saya dimintakan tolong untuk membuat sekitar lima slide mengenai cerita sukses sosial media National Geographic Indonesia selama tahun 2011.

Waktunya terbatas, tidak sampai 6 jam alias sore itu juga harus dikumpulkan karena malam harinya mas didi harus kirim ke washington dc sebelum berangkat keesokan harinya. Saat itu juga saya berkordinasi dengan mas daus, editor online saya. Beliau meneruskan email dari DC yang intinya pointer tentang apa yang harus saya kerjakan dalam membuat cerita sukses tersebut. Kira-kira berikut ini kutipan pesan emailnya:

The State of Social Media in general – overview
The State of Social Media at National Geographic – how we are building a community of people who have emotional connection with our brand; Β what works and what does not work and why; secrets to success.

And here is what he would like you to send to him:
– your success stories/case studies in building communities through social in your markets; specific examples
– your take aways to other partners – what works and what does not work in social media in your market
– pls send up to 5 slides/visuals to illustrate your case-studies
Saya membuka arsip lama, mencari data yang sesuai dan akhirnya merajutnya dalam sebuah konsep cerita yang pas. Tentang apa latar belakang, tujuan dan juga pencapaian sosial media yang NGI buat hingga bisa memberikan benefit untuk redaksional dan tentunya secara bisnis juga. Tuntutan lima slide ternyata terlalu sedikit untuk saya. Saya membutuhkan lebih dari sepuluh slide ternyata. Tapi tidak lebih dari lima belas kok πŸ™‚
Dan itu menjadi PR buat saya hingga akhirnya harus meringkasnya menjadi hanya sekitar 8 slide saja. Setelah kira-kira dua jam akhirnya terbit juga slide tersebut. Berikut ini nukilannya,
Slide diatas bercerita tentang perjalanan kami tim redaksi dan digital mengembangkan komunitas dan juga mengkombinasikannya dalam kegiatan online dan offline. Saya percaya kombinasi keduanya bisa menghadirkan hasil yang luar biasa. mengutip kata om pitra dulu, online tanpa offline itu gak akan pernah seksi πŸ™‚
Email terkirim ke mas Didi. Dan editor saya mas Daus dengan berbaik hati menambahkan beberapa intro slide menjadi lebih baik. Ini kiriman beliau:
Our online and offline communities is built with several programs, involving our website, online forum, social media (Twitter and Facebook).
To increase reach and content engagement, we have scheduled tweets taken from our website contents and several social-media discussions, creating viral information and online conversation. We also utilise our online forum to create engagement from user to the magazine/brand. People can discuss all the things they are concerned about like archaeology, history, nature, wildlife, astronomy, etc.
We also have annual photocontest (Fotokita Award), projected to be our “landmark” in nationwide photography communities.
To strengthen the engagement, we have some routine offline events such as Frame (bimonthly) and Forum Member Gathering (occasionally, sometimes spontaneously)
Setelah dikombinasikan dengan revisi dari mas daus, maka dikirimkanlah slide tersebut ke washington DC mungkin malam harinya tanggal 2 mei 2012. Dan pagi ini saya dibuat kaget dengan twit mas didi di atas dan juga ditambah chatnya dengan mas Daus di twitter soal fotokita award
Makin komplet rasanya melihat hasil kerja keras kita dan teman-teman redaksi bisa diapresiasi terutama di tingkat Internasional. Dalam keterbatasan saja kita bisa berkarya dengan hasil yang dianggap sukses, lalu bagaimana apabila kondisinya lebih baik lagi? Dengan sdm yang lengkap baik dari segi jumlah maupun juga peralatan teknisnya saya tidak bisa membayangkan bagaimana hasilnya πŸ™‚
Semoga cerita mas Didi yang lagi berjuang di DC ini bisa terus berlanjut. Semoga bisa membawa cerita bahagia buat kita semua. Dan semoga lebih lengkap kalau nanti ada cerita foto dan video. Dan cerita sukses ini tentunya tidak akan pernah ada juga tanpa bantuan teman2 pembaca setia dan komunitas forumNGI. You’re rocks πŸ™‚
Salam
@purwoshop
Special thanks to NGI digital crew @firmanfirdaus, @prianto @zikazakiya @teguhwicaksono @venividivitra dan sahabat lama om @alexpangestu dan seluruh teman-teman redaksi NGI yg tidak bisa disebutkan satu per satu. Follow @NGIndonesia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

2 responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *