Foto “emosional” Julian Sihombing

Hermansyah-bandung raya
Hermansyah-bandung raya

Hermansyah, kiper Bandung Raya / Julian Sihombing.

Berbicara soal fotografi olah raga, nama almarhum Julian Sihombing tentu tidak bisa begitu saja dilewatkan. Dalam sebuah kesempatan, saya bersama rekan-rekan redaksi National Geographic Indonesia waktu itu berencana membuat sebuah diskusi fotografi untuk fotokita. Karena waktu itu piala dunia 2010 sedang berlangsung, maka kami membuat program diskusi foto bertemakan olahraga sepak bola. Kenapa memilih bang Julian sebagai narasumbernya mungkin akan Anda dapatkan alasannya setelah membaca tulisan ini.

Sore itu bertempat di bentara budaya Jakarta, saya menelpon bang Julian yang sedang bekerja bekerja di Kompas Palmerah. Jarak tempat diskusi dan kantor bang Julian hanya kisaran 100 meter saja. Ketika waktu diskusi akan mulai, saya berbincang dengan bang Jul mengenai tema bahasan foto nanti. Bang Jul, seperti biasa merendah. Sifat khasnya yang saya kenal lekat dengan beliau. Menurutnya┬á peserta yang hadir nanti banyak yang lebih jago darinya. Saya cuma bisa berguman dan kagum dalam hati. Inilah sifat fotografer senior sejati, seperti ilmu padi yang makin berisi makin menunduk. Saya rasa, inilah yang tidak dimiliki oleh fotografer muda zaman sekarang ­čÖé

Di awal diskusi bang Jul cerita soal aktivitasnya di harian KOMPAS. Bahwasannya kalau ia dikenal sebagai salah satu fotografer olah raga benar adanya. Tapi ada satu yang saya ingat dari penjelasan beliau, bahwa Kompas secara rutin merotasi fotografernya untuk bidang-bidang tertentu. Bang Jul cerita saat itu ia sedang berada di desk ekonomi. Menurutnya itu bukan masalah. Ditempatkan dimanapun yang berkemungkinan mendapat tempat yang kurang disukai justru berpotensi mengasah kreatifitas dan juga tentunya ada ilmu baru yang didapatkan.

Beberapa gambar tersaji dalam slide show malam itu. Peserta yang hadir terpukau, dan sesekali tertawa melihat foto yang unik dan lucu momennya. Kuncinya, menurut beliau foto olah raga tidak harus terkait langsung dengan momen kegiatannya langsung. Hal-hal diluar arena pertandingan bisa jadi juga hal menarik.

Julian Sihoming Suporter

Suporter yang menonton melalui Tiang Listrik/ Julian Sihombing.

Julian-Sihombing-Bola

Petugas Medis terjatuh / Julian Sihombing

Ada hal penting yang harus juga selalu diingat menurut bang Jul, jangan pernah sekalipun untuk lengah. Fotografi olah raga menuntut ketelitian tingkat tinggi. Bidikan kamera harus fokus ke lapangan pertandingan. Suasana yang Anda kira tidak banyak action pun bisa jadi momen yang berharga meskipun humor sekalipun seperti 2 gambar di atas.

Anjing memasuki arena/Julian Sihombing

Anjing memasuki arena/Julian Sihombing

Kerusuhan Suporter / Julian Sihombing

Kerusuhan Suporter / Julian Sihombing

Memasukan unsur humor, sedih, dan bahkan amarah bisa menjadi bumbu foto┬á yang “emosional”. Itulah yang menjadi gaya khas foto seorang fotografer dengan fotografer yang lain. Diperlukan insting yang bagus dan fokus yang tinggi dengan belajar banyak dari keseharian kerja sehari-hari dalam memotret. Karena, dalam fotografi olah raga, momen hanya berlangsung dalam beberapa detik.

Selalu fokus, siap dengan peralatan dan hadirkanlah foto yang “emosional” dalam kesempatan yang hanya beberapa detik itu. Dan itu semua bisa kita bisa lihat dengan karya-karya bang Julian di atas, terima kasih Bang Jul.

Salam
@purwoshop

NB: Tulisan tentang Bang Julian Sihombing yang lain bisa dilihat di http://fotokita.net/blog/2013/01/julian-sihombing-dan-tim-laman/

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *