Menikmati Otak-otak termahal di dunia

Otak-otak-Ah-Poong-Sentul

Otak-otak termahal di dunia? Ya, itu yang terpikir oleh saya ketika menuliskan judul postingan kuliner kali ini. Agak berlebihan memang, tapi ya realitanya itu yang saya alami. Kalau ada yang lebih mahal mohon saya dikabari biar saya ralat. Otak-otak termahal ini ada di TEKKO-IKKUDO-KARNIVOR Eco Park Ah Poong Sentul City. Bagaimana kisah lengkapnya? Ikuti cerita saya berikut ini.

Kejadiannya belum lama, masih dalam hitungan jam saja. Tetapi rasanya hati ini kuat sekali ingin menyampaikan rasa unek-unek yang sudah di ubun-ubun kepala. Apalagi kalau bukan sharing pengalaman makan otak-otak di TEKKO-IKKUDO-KARNIVOR Eco Park Ah Poong Sentul City.

Kemarin, ketika makan siang bersama keluarga ke pasar Ah Poong Sentul, saya melihat banyak perubahan terjadi di sana. Dulunya, awal-awal dan bahkan pertengahan di bukanya Ah poong belum ada danau atau kolam buatan di sisi kanan restonya.

Waktu itu jumlah bangunan utama Ah Poong kalau gak salah hanya 3 buah, namun yang kemaren saya lihat sudah bertambah bagus dan banyak. Sisi kanan ada bangunan resto lagi ditambah adanya stand yang familiar mangkal di mall seperti JCO, Tekko, dan Karnivor.

Karnivor????? Ya Karnivor. Dengan menu utama daging-dagingan khususnya STEAK, gak salah kalau nama Karnivor disematkan karena memang Karnivor mengacu kepada hewan pemakan daging -___-

Maka itu dengan bekal rasa penasaran dengan Karnivor, hari ini saya datang lagi ke Ah Poong khusus dengan tujuan utama ke resto yang cukup ternama ini. Saya sendiri tahu resto Karnivor ketika waktu itu ada dinas luar kota ke Bandung. Hanya sepintas saja, tetapi ketika tahu resto ini cukup dikenal di Bandung dari blognya om ronal, maka keinginan untuk datang mencicipi makin kuat rasanya.

Semua sesuai rencana, saya mencicipi steak, pilihan sirloin dan istri adalah rib eye, keduanya sama-sama dibanderol dengan harga 85rban. Dengan saus BBQ dan BBQ Spicy sore itu terasa romantis dengan anak saya menyantap Chicken Karaage Curry dengan harga 45rb.

Sambil menunggu tiba-tiba tanpa diminta ada seorang pelayan menempatkan otak-otak yang jumlahnya sepuluh buah lengkap dengan saus sambalnya di meja saya. Waktu itu kondisinya lapar, wajar jika saya dan anak saya langsung memilih untuk menyantapnya dengan perkiraan paling mahal juga hanya 20rb.

Sore itu semua berjalan dengan lancar dan sangat nikmat plus berkesan. Saya bisa jamin, steak di Karnivor ini mengalahkan dengan telak Hollycow Steak yang pernah saya rasakan juga di Kelapa Gading. Rasa dan harganya, meskipun sedikit bersaing, Karnivor unggul dari semua lini.

Dan semua kenikmatan ini dirusak oleh harga otak-otak yang tadi saya makan sore itu. Total bill makan saya senilai 334rb. Lumayan mahal juga, lalu saya telisik dan cek sesuai saran pramusaji, kali aja ada yang lewat dan tidak tercatat. Ternyata semua pas dan tidak ada yang salah.

Yang beda adanya service charge, memang meski hanya 5 persen ditambah dengan pajak pemerintah yang 10 persen semua terasa layak apalagi kalau makanannya enak, nah paling mentok juga 21 persen. Ternyata, harga otak-otak yang membuat harganya makin bengkak.

Bill-Otak2-Ahpoong

Bill-Otak2-Ahpoong

10 otak-otak yang disajikan dengan tanpa basa-basi dan tercantum harga diganjar 45rb. Ya, 45rb. Setara dengan menu makan anak saya dan bahkan setengah dari harga steak yang udah jelas harga sapi lagi mahal saat ini.

Buat saya, mempermasalahkan harga otak-otak yang sampai ditulis panjang ini kok ya rasanya gak penting-penting amat ya, dibandingkan dengan pilpres yang lagi mendunia ini. Tapi ya itu, saya ingin berbagi agar makin banyak orang yang gak tertipu lagi kalau berkunjung kesini.

Karena hampir semua yang datang kesini mendapat suguhan otak2 juga. Saya juga merasa meskipun respon masing-masing pengunjung beda, ya pasti ada aja yang gondok kalau tahu harga otak-otak yang biasa dipinggir jalan 1000an melonjak hingga 4 kali lipat.

Harga 45rb untuk 10 otak-otak menurut saya gak wajar dan teramat mahal. Saya berharap ini jadi perhatian serius bagi manajemen untuk evaluasi dan merevisi harga sebelum makin banyak korban seperti saya. Ayo turunkan harga otak2. hehehehe.

Karena, kesan dan pengalaman yang indah bisa rusak hanya karena otak-otak setitik. Anda sepakat? Punya pengalaman yang sama? Feel free untuk diskusi ya 🙂

Salam
@purwoshop

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

5 responses

  1. Di abang otak-otak sepeda yang suka mangkal deket pasar di rumah saya yang tergolong pinggiran Jakarta (bukan kawasan elit) otak-otaknya satunya dibanderol 3000 jadi kalau beli 5000 dapet otak2 panjang 1pc dan otak2 bulatnya dikasih 2pc (satuan otak2 bulat 1500), saya udah gak pernah nemu lagi tukang otak2 1000 perak per pc 😀
    Padahal itu abang otak-otak di deket pasar tradisional, jualan cuma pakai sepeda. Kalau yang ngider pernah beli kisaran 2500 per pc. Kadang kalau inget perbedaan harganya antara dulu jaman saya sekolah SD sama sekarang emang sakit hatiiii… tapi gakpapa deh yg penting bener rasanya ikan, bukan kaya empek-empek abang gerobak 1000-1500/pc yang konon campuran ikan yang dipakai ikan sapu-sapu, makanya adonan pempeknya warnanya butek abu-abu 😀

  2. sebenernya mungkin harga pasarannya emang segitu ya sekarang, tapi masalahnya kan ini main disuguhin gitu aja yah. berarti lain kali sebelum nyomot tanya harga dulu ya XD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *