Firasat Jatuhnya Pesawat MH17 Malaysia Airlines di Twitter

MH17-Malaysia-Airlines2014

“Semua korban MH370 amat beruntung karena seluruh dunia mendoakan dan menghadiahkan mereka surah Al-Fatihah, saya juga mau seperti mereka”. Demikian gurauan Shaik Mohd Noor Mahmood, seorang pramugara pesawat Malaysia Airlines MH17 kepada adiknya Siti Noraziah seperti dikutip dari harian Republika.

Mahmood berseloroh demikian karena sangat kehilangan dari sebagian rekan-rekannya yang menjadi korban dari MH370 yang hilang sejak maret 2014 lalu. Tak disangka, gurauan tersebut menjadi kenyataan Begitu juga awak pesawat MH17 yang lain, Dora Shahila Kassim yang berseloroh takut pesawatnya kena tembak ketika berbincang mengenai misteri MH370 dengan keluarganya. Ternyata gurauan itupun jadi kenyataan.

Kamis, 17 Juli 2014 malam, beredar informasi mengenai jatuhnya pesawat dari Malaysia Airlines. Melalui akun sosial media twitter. Retwetan beragam informasi dari teman mengalir di lini masa saya. Banyak sumber beredar dan saya memastikannya melalui akun twitter resmi Malaysia Airline yaitu @MAS.

Ternyata, malam itu, hanya berselang dua jam dari informasi resmi mengenai musibah MH17 dari akun twitter Malaysia Airlines terbit status twitternya yang bernada firasat akan jatuhnya MH17:

“Fasten Your Seat Belt, pilot parker is ready for his next adventure”

Detail resminya dari status twit tersebut bisa dilihat di gambar screen capture yang ada di atas. Kata “next adventure” menjadi pertanda sebelum peristiwa tersebut terjadi. Setelah twit tersebut, berselang dua jam disusul dengan tweet mengenai informasi hilang kontaknya MH17.

“Malaysia Airlines has lost contact of MH17 from Amsterdam. The last known position was over Ukrainian airspace. More details to follow.”

Setelah menyadari mungkin ada kaitannya antara tweet firasat tersebut, MAS langsung menghapus status tentang tweet tersebut. Beruntung saya sempat mencopynya duluan sebelum dihapus.

Twitter MAS MH17

sumber foto: printscreen https://twitter.com/MAS

Dalam dunia yang hanya sementara ini, manusia sebenarnya tidak bisa berbuat banyak. Sayangnya banyak yang lengah dan terlena dengan kenikmatan dunia yang fana. Saya masih ingat perkataan dari Samuel Mulia, katanya manusia akan merasa sangat dekat dengan Allah, tuhannya ketika sedang dalam perjalanan di udara menggunakan pesawat terbang.

Ini saya amini, entah mengapa setiap melakukan penerbangan ketika mendapat tugas kerja, saya selalu tidak lupa untuk menghubungi orang tua saya. Sesulit apapun itu. Saya hubungi keduanya via telefon dan meminta doanya agar perjalanan kerja saya diiringi keselematan hingga saya tiba kembali di rumah.

Untuk langkah selanjutnya, doa dari istri, anak, dan mertua pasti juga akan mengiringi langkah saya agar selalu diberikan keselamatan dan kelancaran dalam perjalanan. Tentunya doa yang sama saya panjatkan kepada illahi agar tentunya saya diberikan kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan itu.

Tentu dengan kabar jatuhnya pesawat MH17 bagi saya merupakan kesedihan, siapapun bisa mengalami hal yang sama. Maka itu dalam setiap kesempatan janganlah lupa selalu untuk berdoa. Jangan bercanda dengan ucapan kita, karena katanya, setiap ucapan adalah doa. Setiap kata secara tidak langsung adalah doa. Maka dalam hikmah kejadian musibah ini ada baiknya kita selalu mawas diri agar santun dalam berucap dan tidak berbicara sembarangan.

Untuk setiap ketakutan kita hapuslah dengan doa dan keikhlasan agar kita bisa pasrah kepada Allah. Menyambung twit lanjutan Malaysia Airlines merilis ucapan belasungkawa yang disampaikan dalam bahasa Malaysia yang menyejukan. Iklan inipun terbit di harian KOMPAS satu halaman pada hari minggu tanggal 20 Juli 2014.

Malaysia Airlines MH17

sumber foto: printscreen https://twitter.com/MAS

Semoga rekan2 yang membaca tulisan ini bisa mendoakan semua korban yang ada dalam perjalanan tersebut. Musibah ini hadir untuk mengingatkan kita yang masih hidup dan diberikan kesempatan untuk berbuat baik dengan sisa umur yang ada.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip status twitter sahabat saya mba Lasti Kurnia ketika mendengar jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet yang menimpa sahabat kami Dody dan Didik di Gunung Salak lalu:

dodyndidik

sumber foto: istimewa

It is not my own death that I fear most. But losing people I love most and those who are dear to my heart. Lasti Kurnia

Salam
Purwo Subagiyo
@purwoshop

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *