Pendekatan fotografi portrait aktor legendaris Robin Williams

Robinwilliams-Time-cover-Nigel Parry-CPI
Photographed by Mary Ellen Mark in San Francisco in 1998

Photographed by Mary Ellen Mark in San Francisco in 1998
http://lightbox.time.com/2014/08/12/robin-williams-dead/?iid=lb-gal-viewagn#5

Robin Wiliams, aktor legendaris dan komedian ternama meninggal dunia 11 Agustus 2014 dirumahnya Marin County, Calif. Polisi memastikan kematiannya disebabkan oleh bunuh diri selasa sore keesokan harinya. Sungguh cara mengakhiri hidup yang tragis dari komedian Robin Wiliams, dunia berduka, banyak yang merasakan kehilangan aktor serba bisa tersebut.

Untuk menandai kepergiannya, TIME melakukan seleksi terhadap beberapa foto portrait Robin Wiliams yang pernah dipublikasikannya. Untuk majalah TIME edisi terbaru bulan agustus 2014, foto portrait Robin Wiliams yang diambil oleh Nigel Parry di kota New York City tahun 2007 didaulat menjadi kover majalah TIME.

Robinwilliams-Time-cover-Nigel Parry-CPI

Photographed by Nigel Parry in New York City in 2007 Read more: Robin Williams: Photographers Remember a Legendary Actor – LightBox http://lightbox.time.com/2014/08/12/robin-williams-dead/#ixzz3AKB57NPl

Beberapa catatan penting dari seleksi foto portrait Robin Wiliams yang dilakukan oleh TIME adalah kita bisa mempelajari banyak hal tentang teknik pemotretan tokoh terutama karakter komedia. Komedia yang divisualisasikan dengan perasaan dan karakter yang riang tidak harus dibekukan dengan konsep seperti itu.

Foto portrait karya Dan Winters tahun 2002 menjadi foto dan pose yang standar wajib dilakukan oleh semua fotografer dalam melakukan foto potret, selebihnya kita bisa melakukan kreasi dengan konsep yang berbeda dan bahkan out of the box sesuai penafsiran kita sebagai fotografer.

Photographed by Dan Winters in 2002

Photographed by Dan Winters in 2002
http://lightbox.time.com/2014/08/12/robin-williams-dead/?iid=lb-gal-viewagn#2

Konsep portrait yang berbeda coba ditawarkan oleh Martin Schoeller untuk The New Yorker tahun 2002. Konsepnya bahkan dianggap sangat liar dan dia yakin akan banyak editor yang tidak akan memuat fotonya.

williams_robin_Martin Schoeller

Photographed by Martin Schoeller for The New Yorker in 2002
http://lightbox.time.com/2014/08/12/robin-williams-dead/?iid=lb-gal-viewagn#6

Lain lagi dengan karya Gavin Bond untuk British GQ di tahun 2012. Karakter Pinokio yang lucu dihadirkan untuk konsep pemotretan ini. Betapa keahlian pendekatan yang baik perlu dilalukan seorang fotografer untuk meyakinkan kepada modelnya bahwa konsep foto portraitnya sangat kuat, karena kita semua tahu bahwa pinokio kalau berbohon hidungnya akan memanjang.

Photographed by Gavin Bond for British GQ in 2012

Photographed by Gavin Bond for British GQ in 2012 18 Jan 2012 — Robin Williams — Image by © Gavin Bond/Corbis Outline
http://lightbox.time.com/2014/08/12/robin-williams-dead/?iid=lb-gal-viewagn#7

Ada senang, ada kesedihan, ada ruang publik, dan ada ruang penuh privasi. Fotografer Art Streiber untuk Rolling Stone Magazine tahun 2008 berhasil merekam suasana dibalik panggung aktor Robin Wiliams, sangat personal karena hanya ada mereka berdua.

Photographed by Art Streiber for Rolling Stone Magazine in 2008

Photographed by Art Streiber for Rolling Stone Magazine in 2008
http://lightbox.time.com/2014/08/12/robin-williams-dead/?iid=lb-gal-viewagn#9

Ketika semua kembali ke dunia nyata, semua kembali berbeda, itulah Robin Wiliams sang aktor dan komedian yang bisa selalu terlihat ceria untuk kita semua. Karya fotografi ini akan menjadi kenangan akan seorang tokoh yang dicintai banyak orang.

Foto-foto selengkapnya Robin Wiliams bisa dilihat di http://lightbox.time.com/2014/08/12/robin-williams-dead/?iid=lb-gal-viewagn#1

Salam
Purwo Subagiyo
@purwoshop

 

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *