Jatuh cinta dengan Sumatera Barat

Bukit-tinggi

Sumatera Barat, menyajikan sensasi petualangan yang lengkap bagi seorang pejalan. Tinggal pilih, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, sejarah, hingga religi tersedia dan tak habis dijelajah dengan singkat. Alhasil, kalau Anda tidak tahan dengan pesonanya, maka dijamin Anda akan jatuh cinta dan merindukan untuk berkunjung kembali.

Apabila Anda hanya punya waktu berkunjung 3 hari 2 malam akan terasa sangat singkat sekali. Sebenarnya waktu ini tidak ideal untuk menjelajah sudut kota-kota di wilayah Sumatera Barat. Bahkan, apabila Anda punya waktu satu minggu penuh pun akan terasa kurang karena lengkapnya pilihan destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Pantai Gondoriah, Pariaman.

Pantai-Gondoriah-Pariaman

Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau, destinasi yang bisa Anda kunjungi pertama adalah Pantai Gondoriah, Kabupaten Pariaman. Dari kota Padang, pantai Gondoriah dapat ditempuh kurang lebih 60 KM. Kalau Anda tiba di kota Padang pagi menjelang siang, maka mungkin Anda akan tiba tepat pada jam makan siang disana.

Menikmati santap siang khas masakan Padang sembari melihat pemandangan pantai dan mendengar deburan ombak menjadi teman yang serasi untuk menemani pengalaman pertama Anda tiba di Sumatera Barat. Tersedia banyak pondok makan yang berada di bawah pohon yang rindang. Di jalan utama Anda bisa menemukan masjid yang cukup besar untuk beribadah. Mesjid ini berdekatan langsung dengan stasiun Pariaman yang punya akses langsung menuju kota Padang.

Padang Panjang, Sate Mak Syukur, dan Kota Serambi Mekah.

Gedung-pusat-dok-Minangkabau

Lepas dari Pariaman, Anda akan menikmati sensasi menembus perjalanan meliuk melewati perbukitan dengan dinding tebing tinggi yang rawan longsor. Tujuan berikutnya adalah Padang Panjang. Mengenal Sumatera Barat haruslah lengkap dengan sejarahnya. Untuk itu Anda wajib datang berkunjung ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau.

Pusat-dok-minang

 Museum ini memiliki koleksi berbagai macam informasi kebudayaan Minangkabau yang terekam dalam berbagai informasi dokumentasi audio dan visual. Resmi beroperasi 17 Desember 1990, museum ini memiliki lebih dari 3.000 dokumen lama tentang Minangkabau baik dalam bentuk reproduksi buku, naskah, kliping koran, foto maupun microfilm. Tentunya, dengan memahami sejarahnya, kita akan lebih memahami dan menghargai setiap situs yang akan kita kunjungi nanti.

Wisata kuliner menjadi menu wajib jika Anda berkunjung ke Sumatera Padat. Menu sate padang adalah masakan yang tidak boleh Anda lewatkan. Sate Mak Syukur yang terletak di pinggir jalan Sutan Syahrir No. 250 Padang Panjang disajikan dengan cepat dan hangat, cocok menemani sore Anda menikmati santapan khas ini.

Sate-mak-syukur

Sate Mak Syukur ini punya cita rasa yang khas dan unik. Menyantap sate padang di rumahnya sendiri tentu akan berbeda dengan biasa kita menikmatinya di tempat tinggal masing-masing. Aroma rempah, dan potongan daging yang besar dijamin membuat lidah Anda terus bergoyang. Ditemani dengan kopi yang dicampur dengan telur semakin memanjakan pengalaman kuliner Anda di Padang Panjang.

Pandai Sikek

Galeri-pandai-sikek

Kain tenun songket yang terkenal di Sumatera Barat dihasilkan dari daerah Pandai Sikek. Dalam satu wilayah ini Anda akan bisa menemukan beberapa penjual pakaian mulai dari kain tenun, baju adat, peralatan sholat hingga sandal dengan motif yang cantik. Soal desain dan kualitas produk diwariskan secara turun temurun antar anggota keluarga.

Maka dari itu Anda akan cukup mengalami kesulitan dalam memilih desain karena memang motifnya beragam dan sangat menarik. Pastikan Anda harus jeli memilih agar sesuai dengan selera dan tawarlah barang yang Anda sukai agar mendapatkan harga yang pas.

Selain untuk memenuhi permintaan wisatawan lokal, pengrajin di Pandai Sikek juga mengirimkan produknya ke luar negeri, Negara Malaysia menjadi tujuan utama karena permintaannya yang sangat tinggi. Tentunya ini sangat membanggakan karena kualitas produk Indonesia bisa dihargai dan disukai oleh Negara lain. Untuk itu, tak salah apabila kota Serambi Mekah diberikan kepada kota Padang Panjang karena sejarah panjangnya dan juga kentalnya unsur religi yang sangat bernuansa islami.

Jam Gadang

Jam-gadang-bukittinggi

Apabila Anda sudah puas berbelanja, segeralah bertolak menuju Bukit Tinggi. Belum lengkap rasanya apabila Anda berkunjung ke Sumatera Barat tapi tidak mampir ke Bukit Tinggi. Terkenal dengan ikonnya Jam Gadang yang sudah menjadi Land Mark kota, menikmatinya dikala senja menghadirkan nuansa yang sangat berbeda.

Jam-gadang

Tunggulah di waktu tertentu, Jam Gadang akan berbunyi keras dengan lonceng dan dibarengi dengan panggilan Adzan sebagai penanda waktu sholat Maghrib. Suasana ini tentunya akan sulit kita temukan ditempat lain. Sembari bercengkrama dengan pengunjung lain menikmati Jam Gadang, inilah perasaan yang sesalu datang menghampiri ketika berkunjung kesini, sepertinya saya jatuh cinta dengan Sumatera Barat, oh indahnya.

 

 

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *