Workshop foto Jurnalistik Website Kebudayaan

Workshop-foto-jurnalistik-kemdikbud

Tanggal 26-28 November 2014 kemarin saya diminta untuk menjadi narasumber di acara pelatihan workshop penulisan dan foto jurnalistik untuk admin website kebudayaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam pelatihan ini saya bertugas untuk menemani rekan-rekan admin satuan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia yang bertugas menjadi admin di website kebudayaan.

Hampir selama setahun lebih saya memang diminta untuk membantu pengelolaan website kebudayaan. Antara lain menangani website http://kebudayaan.kemdikbud.go.id dan http://kebudayaanindonesia.net/. Kemdikbud sendiri memang dari awal sudah memastikan akan menjalankan 2 website dengan tujuan khusus. Satu untuk keperluan resmi dan satu lagi populer.

Langkah ini memang bisa dibilang sah-sah saja, namun tentunya ada usaha lebih karena harus mengurus dua website secara bersamaan. Stigma masyarakat bahwa website pemerintah kaku dan terlalu resmi ada benarnya, makanya akibat persepsi tersebut jarang ada website pemerintah yang mendapat kunjungan yang tinggi.

Kendala yang dihadapi untuk pengelolaan website tentunya adalah soal konten. Tidak semua admin yang ditugaskan bisa dan menguasai teknik penulisan yang baik. Maka itu pelatihan ini dianggap penting untuk bisa menjadi solusi mengatasi problem tersebut.

Acara ini dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Mardi Thesianto, serta dilanjutkan oleh Sekretaris Jenderal Kebudayaan, Bapak Nono Adya Supriatno. Saya bertemu untuk pertama kalinya dengan pak Nono di acara ini. Beliau menyampaikan arahan dan harapannya kepada seluruh peserta agar acara ini bisa berjalan baik.

Untuk kedua kalinya, dalam acara ini saya bertemu dengan pak Ibnu Hamad. Sebagai sesi pembuka menutup malam pertama pelatihan website, pak Ibnu menyampaikan materi “Etika dan Regulasi Penulisan Berita Online Berdasarkan Peraturan Perundangan”. Pak Ibnu Hamad, merupakan Kepala Pusat Informasi dan Humas dari Kemdikbud.

Ibnu-Hamad-Kemdikbud

Paparan materi dari Pak Ibnu Hamad ini keren sekali, selama ini simpang siurnya pemberitaan sebuah institusi menjadi tanggung jawab kehumasan untuk menetralisir menjadi berita yang resmi dan publik menjadi tahu info yang sebenarnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

One response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *