Menyelamatkan Hifatlobrain

Hifatlobrain_is_on_hiatus

Dalam agenda kerja saya ke Surabaya minggu lalu saya menyempatkan bertemu dengan dua orang sahabat lama. Salah satunya adalah Ayos sang punggawa situs Hifatlobrain yang sudah mati.

Pertemuan yang saya buat dengan janji seminggu sebelum acara tersebut relatif singkat. Hanya kisaran kurang dari 5 jam saja. Namun agenda diskusinya jelas, bagaimana caranya menghidupkan kembali Hifatlobrain yang dahulunya pernah berjaya di jaman pak SBY. Untuk diketahui sekarang sudah jamannya pak Jokowi 🙂 heheheh.

Nah pasca jumatan saya janji bertemu di gubeng pojok. Tepat dipojokan samping mushola dan pos polisi kami makan siang terlebih dahulu, salah satu yang terkenal dan katanya buka 24 jam ya soto ayam dan dagingnya warung sederhana gubeng pojok ini.

Soto-ayam-sederhana-gubeng-pojok

Diskusi awal ayos mencoba basa-basi untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak langsung dikeramas soal nasib dan masa depan hifatlobrain. Tapi ternyata usahanya gagal, lepas bersantap saya print tiket dulu di stasiun gubeng.

Mencari tempat ngopi di dekat stasiun gubeng sebenarnya gampang. Ada kopi poenam tapi entah kenapa sepertinya tutup dan mati seperti hifatlobrain. Ayos sendiri bilang kayanya memang sudah tutup. Akhirnya kami banting stir ke kafe hotel Sahid Surabaya.

Hifatlobrain dan masa depannya.

Suasana kafe sangat hening, tidak banyak yang datang siang itu. Saya memesan kafe latte dan ayos kopi tradisional, eh kopi hitam. Perbincangan saya mulai dengan menanyakan, mau diapakan HFLB? Kalau mau dimatikan ayo dimatikan, kalau mau dihidupkan ayo dihidupkan lagi. Jangan kasih harapan kosong kepada para penggemarnya yang selama ini menanti kabar tidak pasti tentang nasib Hifatlobrain.

Ok, saya rekap dulu sibuknya si Ayos ini kaya apa, tapi sebelumnya mari kita lihat tampilannya pasca menikah dan alhamdulillah kak winda sekarang sudah hamil 7 bulan 🙂 Sukses dan sehat selalu ya sampai lahiran nanti 🙂

Ayos-purwoaji-hifatlobrain

Status terakhir pria ganteng dan agak gemukan ini sekarang aktif menjadi dosen di sebuah universitas di Surabaya. Pasca hifat sekarat, sepertinya anak ini menemukan cinta sejatinya yang katanya adalah etnografi, etno fotografi, sampai antropologi budaya. Untuk itulah kekasih barunya ini dijadikan alasan kesekian untuk kabur dari kenyataan yang membuat HFLB terkubur nyaris tiga tahun ini.

Kesibukan barunya ini justru menurut saya bisa membuat HFLB lebih kaya akan konten dan bisa lebih bergairah. Namun yang dirasakannya justru berbeda, ayos jadi lebih perfeksionis, ini yang menyebabkan mati surinya hifat, selain ditambah terbangnya sahabat-sahabat pendiri hifat yang sudah berkarya diluar seperti putri, simbah, atau giri. Mereka punya mimpinya masing-masing. Tapi buat saya, mimpi ayos harus tetap hidup bersama hifat, untuk itulah salah satu alasan saya datang ke Surabaya.

Obrolan kami yang fokus membahas nasib hifat akhirnya membuka celah berfikir ayos untuk mulai menerima dan mencerna. Dari diskusi konten, kami dalam juga membahas monetasi web ini. Dari kondisi internal sampai kondisi eksternal nasib dunia travel blogger yang nasibnya saat ini paska hifat hilang seperti….. ah sudahlah 🙂

Saya memberikan pemahaman bahwa bicara online adalah bicara tanggung jawab sosial. Sekedar basa-basi seperti yang dilakukannya seperti biasa khas hifat lebih baik ketimbang nyala tapi tidak jelas kapan benar-benar akan nyala lagi. Bicara hifatlobrainers ternyata di momen puasa kemarin masih banyak yang nyariin, tapi sayangnya akun twitternya tidak berani menyalak seperti 2 tahun yang lalu.

Hifatlobrain-twitter

Akan lebih baik jika memang nasibnya tidak jelas secara langsung diumumkan saja hifat memang sudah tidak sanggup lanjut lagi. Tapi rupanya ayos masih punya nyali dan semangat walaupun berdarah-darah. Saya menantangnya untuk menyediakan investasi untuk membantunya agar hifat bisa berjalan lagi. Atau bantuan lainnya yang sifatnya non teknis terkait konten.

Untuk meningkatkan pressure agar masalah ini menjadi serius saya memberikan deadline satu minggu. Lewat google calendar saya paksa dia untuk kerjakan semua yang menjadi tahap awal satu minggu kedepan.

Hifatlobrain-Calendar

Langkah yang penting adalah menyelesaikan masalah sumber daya internal. Saya meminta ayos untuk berbicara kepada tim internal terutama terkait dengan komitmen kedepan. Jika ini sudah selesai akan meringankan beban hifat kedepan. Kalau memang hanya tinggal ayos saja juga tidak masalah yang penting masalah selesai. Sisanya hanya tinggal teknis saja dan serius santai bisa curcol di postingan pertama pasca mati.

Malam inipun saya WA dia, mungkin ini upaya terakhir saya untuk membantu menyelamatkan hifat. Jika memang tidak berhasil yang saya ikhlas dan lega. Setidaknya saya sudah berusaha. Tapi hati kecil saya masih berkata, bahwa hifat masih bisa bertahan dan suatu saat nanti akan bisa menjadi besar dan jadi referensi bacaan yang menyegarkan, tidak terkait dengan pesanan sponsor 🙂

Saya jadi teringat postingan awal hifat di awal berdirinya:

Hifatlobrain-2015

Karena kata adalah doa, maka jikalau postingan awal tahun 2007 ini adalah menjadi bukti nyata maka tanggung jawablah atas kata tersebut. Saya dan lobrainers percaya kepada kamu yos. Saya rewel karena saya peduli dan sayang sama web ini. Mudah-mudahan PR ini bisa dikerjakan dan saya tunggu hingga deadlinenya tiba akhir pekan ini.

Salam
@purwoshop

hifatlobrain-purwoshop

wefie depan hotel sahid surabaya

 

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *